[Intro] [Instrumental] [Verse 1] Katanya anti kaum pembully, Nyatanya doyan provokasi. Mulut manis jual simpati, Blakang layar mancing emosi. Nyalain api trus sembunyi, Lupa diri, asyik sendiri. Kalau disorot bilang tersakiti, Jago drama, lupa intropeksi. [Verse 2] Pria cerdik situkang bantu, Seolah benar tak tahu malu. Pengen bantu, apa ada mau. Manusia belagu. biji satu. Barisan pemburu, mulai menyatu. Tak bisa move on, dari masa lalu. Kliatan betul, akal busuk mu, Numpang nama, dasar benalu. [Verse 3] Manusia satu ini, butuh biaya, Pengen tampil, depan kamera, Asal bicara, tak sesuai fakta, Lempar fitnah, dia yang marah. Wartawan, langsung disapa, Mulai betingkah, banyak gaya. Media sosial, jadikan senjata, Agar nama, dalam berita. [Verse 4] Siap bela habis-habisan, Benar dicari kesalahan. Uang juga dikembalikan. Apa lagi yang anda permasalahkan, Empat em, jangan jadikan bahan. Satu em, dikembalikan. Apa lupa ingatan, Kenapa, sok meluruskan. [Verse 5] Goblok jangan diperlihatkan, Apa lagi dipertontonkan. Nanti bang andi kasih pembuktian, Tak bisa jawab, kau balas fitnahan. Orang dongo ngatain "bodoh," Di sini bukan ajang adu ego, bro. Modal omdo, yamin cukup ceroboh, Komalan live jadikan drama show. Gue bukan pro, gue cuma kasih contoh. Tak usah berlagak jadi super he-ro. Kasih slow... kasih slow... kelihatan katro. Ketimbang heboh, mending sana bobo. [Verse 6] Lambung bicara, nurani buntung, Lihat sorotan langsung linglung. Ke makan berita situ tersinggung, Situ yang berulah, dasar kampung. Cuan datang langsung junjung, Kalau sepi dihitung rugi untung. Kasus selesai pikiran buntung. isi kepala ya cuma lambung.
Create Your Own AI Music
Generate studio-quality songs in seconds
Get Started